Laman


Mentari Pagi Membawa Berkah dan Menambah Semangat

Sabtu, 23 Juni 2012

KONSEP DASAR EKONOMI TEKNIK



KONSEP DASAR ANALISIS EKONOMI TEKNIK

3.1 Permintaan dan Penawaran
      Harga dari suatu barang adalah tingkat pertukaran barang itu dengan barang lain. Barang-barang atau faktor produksi mempunyai harga karena barang-barang atau faktor-faktor produksi tersebut itu mempunyai kegunaan/diperlukan di satu pihak (permintaan) dan di pihak lain (penawaran) barang-barang tersebut langka dibandingkan kebutuhan orang-orang yang memerlukan, dengan kata lain harga ditentukan oleh permintaan dan penawaran. Permintaan dan penawaran menentukan mekanisme pasar.
       Faktor-faktor penentu permintaan/Demand adalah; pendapatan dan kekayaan, harga barang yang bersangkutan, selera dan keinginan, faktor musim, harga barang lain mempengaruhi permintaan suatu barang, dan pengharapan. Sedangkan faktor-faktor penentu penawaran/Suply adalah; harga barang yang bersangkutan,dan biaya produksi yang terdiri harga input produksi dan teknologi. (Stonier dan Hague, 1984)

3.1.1 Ekuilibrium
       Bahasan selanjutnya adalah bagaimana cara permintaan dan penawaran itu berinteraksi didalam pasar untuk menentukan harga barang dan jumlah barang yang dibeli dan yang dijual. Permintaan dan penawaran itu adalah dua kekuatan yang saling tarik menarik dalam arah yang berlawanan. Kekuatan-kekuatan ini seimbang atau ekuilibrium pada satu harga pasar, apabila jumlah peermintaan sama banyaknya dengan jumlah penawaran. Harga ini biasanya disebut harga ekuilibrium dan jumlah permintaan dan penawaran pada harga ini adalah jumlah equilibrium. 

3.2 Pengertian Ekonomi Teknik
       Ekonomi teknik adalah disiplin ilmu yang berkaitan dengan aspek-aspek ekonomi dalam teknik; yang terdiri dari evaluasi sistematis dari biaya-biaya dan manfaat-manfaat usulan proyek-proyek teknik dan bertujuan membantu dalam membuat suatu keputusan dalam menganalisis alternatif-alternatif yang ada (Sullivan dkk., 1997).

3.3 Konsep-Konsep Biaya

       Definisi-definisi biaya untuk istilah-istilah penting dalam ekonomi teknik adalah sebagai berikut ini (Sulivan dkk., 1997):

1.      Biaya-Biaya Tetap (fixed cost)
Biaya-biaya tetap (fixed cost) adalah biaya-biaya yang tidak terpengaruh oleh tingkat kegiatan diatas jangkauan pengoperasian yang layak untuk kapasitas atau kemampuan yang tersedia. Biaya-biaya tetap yang khas termasuk asuransi dan pajak terhadap fasilitas, gaji manajemen umum dan administratif, biaya lisensi, dan biaya bunga terhadap pinjaman modal.
2.      Biaya-Biaya Variabel (Variable cost)
Biaya-biaya variabel (variable cost) adalah biaya-biaya yang dihubungkan terhadap pengoperasian yang secara total berubah-ubah sesuai dengan banyaknya keluaran (output) atau ukuran-ukuran tingkat kegiatan yang lain. Sebagai contoh biaya variabel adalah biaya material dan biaya buruh yang digunakan dalam suatu produk atau jasa karena biaya ini secara total berubah-ubah sesuai dengan banyaknya unit-unit output walaupun biaya per unit tetap sama.
3.      Biaya Inkremental (incremental cost)
Biaya Inkremental adalah biaya tambahan yang diakibatkan dari peningkatan keluaran dari suatu sisitem dengan satu unit (atau lebih), biaya inkremental dalam prakteknya cukup sulit ditentukan.
4.      Biaya-Biaya Langsung (direct cost)
Biaya-biaya langsung adalah biaya-biaya yang secara beralasan dapat diukur dan dialokasikan ke suatu keluaran atau kegiatan kerja tertentu.
5.      Biaya-Biaya Tidak Langsung (Indirect Cost)
Biaya-biaya tidak langsung adalah biaya-biaya yang sulit untuk dimasukan atau dialokasikan ke suatu keluaran atau kegiatan kerja tertentu. Istilah ini biasanya menunjukan jenis-jenis biaya yang kiranya memerlukan terlalu banyak usaha untuk secara langsung mengalokasikannya ke keluaran tertentu. Sebagai contoh biaya peralatan umum, alat tulis kantor, dan perawatan peralatan dalam pabrik.
6.      Biaya Hangus (Sunk Cost)
Biaya hangus adalah biaya yang terjadi dimasa lalu dan tidak relevan untuk memperkirakan macam-macam biaya dan pendapatan dimasa depan sehubungan dengan alternatif arah tindakan, biaya ini dapat diabaikan dalam ekonomi teknik.
7.      Biaya Kesempatan (Opportunity Cost)
Biaya kesempatan terjadi akibat penggunaan sumber-sumber daya yang terbatas, seperti hilangnya kesempatan untuk mempergunakan sumber-sumber itu untuk mendapatkan keuntungan keuangan dengan cara lain. Jadi biaya ini adalah biaya kesempatan terbaik yang ditolak (artinya hilang) dan sering kali tersembunyi atau tersirat.

3.4   Analisa Titik Impas
       Apabila harga per unit (p) untuk suatu jasa dapat ditunjukkan secara lebih sederhana sebagai bersifat bebas dari permintaan (versus sebagai fungsi linier  dari permintaan, seperti yang diasumsikan pada persamaan p = a – bD untuk 0<D<a/b dan a>0, b>0) dan lebih besar dari variabel per unit (cv), akan dihasilkan suatu titik impas tunggal. Lalu dengan asumsi bahwa permintaan ini dapat segera dipenuhi, maka pendapatan total (TR) = p(D). Jika hubungan linier dari biaya dalam persamaan CT =CF + CV dan CV = (cv)(D) juga digunakan dalam model ini.

3.5  Matematika Keuangan (Mathematics of Finance)
3.5.1        Uang, Modal dan Bunga
       Dalam ekonomi teknik perlu diketahui prinsip-prinsip matematika keuangan yang membahas masalah nilai uang sekarang dan yang akan datang, modal dan bunga.
       Uang adalah suatu alat alat dalam suatu organisasai perusahaan dimana keputusan-keputusan untuk mengadakan investasi dipersiapkan. Seorang insinyur harus mampu menilai uang dan merencanakan penggunaannya dalam suatu cara, seperti merencanakan penggunaan bahan-bahan untuk merancang bangunan secara ekonomis.
       Modal adalah suatu sumber dana keuangan dan dapat diartikan sebagai barang-barang yang diharapkan dapat menghasilkan suatu keuntungan (pendapatan tambahan). Untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak modal bisa dipinjam.
       Bunga adalah pembayaran tambahan yang dibayarkan untuk menunggu kembalinya uang pinjaman. Jadi bunga adalah pendapatan produktif dari penggunaan sumber uang yang efisien. Tingkat bunga yang berlaku adalah suatu ukuran keproduktifan yang diharapkan. Kedua hal tersebut mengikutsertakan waktu diantara penerimaan dan pengembalian pinjaman untuk menjamin pendapatan. Bunga dapat dilihat sebagai imbalan karena menyediakan modal bagi seseorang yang memerlukannya. Tingkat suku bunga bergantung pada tiga faktor yaitu: kondisi perekonomian negara, besarnya resiko yang dikaitkan dengan pinjaman, dan tingkat inflasi yang diperkirakan dimasa depan. (Suyanto dkk.,2001)
       Terdapat dua cara untuk menghitung bunga, yaitu bunga biasa dan bunga berganda (Suyanto dkk.,2001)
1.      Bunga Biasa (Simple Interest)
Kalau suku bunga tahunan I, dan jumlah uang sekarang adalah (Present value, P) sedang n jumlah tahun, maka bunga pada akhir tahun adalah i.P Setelah n tahun maka akan diperoleh bunga I sebesar n.I.P. Jumlah uang si peminjam yang harus dibayar diwaktu yang akan datang (Future Value, F) kepada pemilik modal adalah
F = P + I = P + n.i.P = P (1 + i.n)                                                                 (3.1)
2.      Bunga Berganda, Majemuk (Compound Interest)
Kalau bunga pada periode tertentu tidak diambil dan bunga tersebut ditambahakan kepada modal awalnya maka bunga pada periode berikutnya adalah bunga yang diperhitungkan terhadap modal awal plus bunga pada periode sebelumnya. Kalau modal semula adalah P dan diberikan bunga dengan tingkat suku bunga 1 % pertahun maka akhir tahun  1 akan mendapatkan bunga P.i. Untuk tahun berikutnya dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut ini:
Fn = P (1 + i)n                                                                                              (3.2)
Sedangkan laju/tingkat bunga juga ada dua, yaitu laju/tingkat nominal (nominal interest rates) dan laju/tingkat bunga efektif (effective interest rates).
1.      Tingkat Bunga Nominal
Tingkat bunga nominal (nominal interest rate) adalah tingkat bunga yang ditetapkan dalam periode waktu dalam satu tahun.
Apabila n = jumlah periode waktu (tidak harus satu tahun)
              (1 + i)n = compound amount factor
              i = tingkat suku bunga yang ditetapkan
       Misal modal awal sebesar Rp 10.000,00 diinvestasikan dengan tingkat suku bunga 8% pertahun dan apabila dinyatakan dengan secara kwarta berganda (compounded quarterly) maka n = 4 dan i = 2 % per kwartal sehingga
       F = Rp 10.000,00 ( 1 + 0,02)4 = Rp 10.824,00
2.      Tingkat Bunga Efektif
Tingkat bunga efektif adalah perbandingan antara bunga yang dibayarkan untuk satu tahun terhadap jumlah pinjaman pokok yang diterima. Tingkat bunga efektif untuk jumlah pinjaman sebesar Rp10.000,00 untuk satu tahun dengan tingkat bunga nominal 24% yang dibayarkan secara bulanan adalah (Rp 12.680 – Rp 10.000)/Rp 10.000 = 26,8%. Untuk jumlah pinjaman yang sama yang dilipat gandakan secara semi tahunan tingkat bunga efektif = 25,4 %.
Rumus untuk menentukan tingkat bunga efektif adalah
i = (1 + r/m)m – 1                                                                                         (3.3)
dimana i = tingkat bunga efektif
            r = tingkat bunga nominal
            m = jumlah periode pembayaran perbulan
Kalau m mendekati tak terhingga kemudian rumus diatas menjadi
i = er – 1                                                                                                       (3.4)
dimana e = Euler number = 2,718

3.5.2        Nilai Uang Dalam Waktu (Time Value of Money)
1.      Nilai saat ini dan yang akan datang (Present and Future Value)
Modal awal adalah nilai saat ini (present value, P) dan jumlah uang pada akhir tahun disebut nilai dimasa datang (future value, F). (Suyanto dkk.,2001)
  1. Future Value Factor (FVF)
Future value factor adalah faktor pengali (majemuk) untuk menghitung nilai mendatang (F) dari jumlah sekarang (P) pada akhir periode ke n pada tingkat bunga i, yaitu (1 + i)n
F = P (1 + i )n                                                                                         (3.5)
  1. Present Value Factor (PVF)
Present Value Factor adalah faktor pengali (diskonto) untuk menghitung nilai sekarang (P) dari suatu nilai yang akan datang (F) pada akhir periode ke n pada tingkat bunga i, yaitu 1 / {(1 + 1 )n}
P = F / {(1 + n)n}                                                                                    (3.6)
2.      Pembayaran tahunan yang sama (Uniform annuity payment)
Kalau uang sebesar A di investasikan tiap akhir tahun dengan bunga berganda (Compound interest), berapakah nilai uang tersebut akan berkembang dengan tingkat bunga i % setelah n tahun ?
F = A + A(1 + i) + A(1 + i)2   ... +  A(1 + i)n                                              (3.7)
  1. Sinking Fund Factor (SFF)
Sinking Fund Factor adalah faktor pengali (pelunasan dana) untuk menghitung jumlah pembayaran yang sama (A) yang dilakukan pada akhir setiap periode n untuk mengakumulasikan nilai mendatang (F) pada akhir setiap periode ke n dengan tingkat bunga i, yaitu i / (1 + i)n – 1
A = F [i / (1 + i)n – 1]                                                                                    (3.8)
  1. Capital Recovery Factor (CRF)
Capital Recovery Factor adalah faktor pengali (pengembalian modal) untuk menghitung jumlah dari setiap pembayaran (A) yang terjadi pada akhir dari periode ke n pada tingkat bunga i, yaitu i.(1 + i)n / [(1 + i)n – 1]
A = P.i.(1 + i)n / [(1 + i)n – 1 ]                                                                     (3.9)
  1. Future Value of Annuity Factor (FVAF)
Amount of Annuity Factor adalah faktoor pengali untuk menghitung nilai akumulasi (F) pada akhir periode ke n pada tingkat bunga i dan jika sederetan jumlah pembayaran yang sama (setiap pembayaran adalah A) yang dihitung pada akhir setiap periode n, yaitu [(1 + i)n –1] / i
F = A [(1 + i)n – 1] / i                                                                                  (3.10)
  1. Present Value of Annuity Factor (PVAF)
Present Value of Annuity Factor adalah faktor pengali untuk menghitung nilai sekarang (P) dari tingkat pembayaran yang sama (jumlah dari setiap pembayaran disebut A) yang terjadi pada akhir dari setiap n periode pada tingkat bunga i, yaitu [(1 + i)n – 1] / [i (1 + i)n]

P = A [(1 + i)n – 1] / [i (1 + i)n]                                                                   (3.11)

3.      Pembayaran tahunan yang tidak sama (Gradient Series)
Kadang-kadang pembayaran tahunan dilakukan dengan tidak sama besarnya tapi berangsur-angsur naik atau turun. Present value dari uniform gradient adalah sebagai berkui. (Suyanto dkk., 2001)
P = G/i [ ( ((1+i)n – 1)/i) – n] [1/(1+i)n]                                                   (3.12)

Merubah uniform gradient menjadi uniform series adalah sebgai berikut

A = G [ 1/i – [ ( n/(1+i)n - ) ] ]                                                                   (3.13)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar